5 Penulis Badung yang Popular

Wednesday, January 16, 2013

Laki-laki ataupun jantan sepertinya bukan saja merupakan jenis kelamin saja, laki-laki adalah mahluk badung yang pernah ada di dunia ini. Ketika kecil mereka manja, memusingkan, menjengkelkan namun menggemaskan, beranjak dewasa beberapa berubah menjadi baik namun banyak pula malah semakin nakal, menyebalkan dan haus akan sebuah tantangan. Berikut uniknya.com merangkum 5 penulis badung yang popular:

1. Sir Thomas Malory
(Sumber:wordpress.com)
Sir Thomas Malory(Sumber:wordpress.com)

Sir Thomas Malory adalah penulis popular Inggris di abad ke 15, karya yang melambungkan namanya adalah Le Morte d’ Arthur. Tapi tahukah sobat unik bahwa Sir Thomas Malory adalah seorang ksatria (knight) –salah satu golongan militer Kerajaan Inggris yang berpengaruh secara politik dan sosial, namun sekaligus dianggap sebagai bandit.
Sir Thomas mungkin juga salah satu penulis yang menuliskan kisah mengenai patriotisme dan kebanggaan akan hidupnya yang diwarnai pencurian, pemerasan dan pelarian diri dari kekangan penjara. Ia rela meninggalkan kedudukannya di parlemen untuk dapat menyerang Duke of Buckingham, seorang pria yang tidak disukainya. Ia melakukan penyerangan ketika Duke of Buckingham melintasi sebuah hutan, dan ketika para pengawalnya melakukan perlawanan Sir Thomas Malory dengan sigap melumpuhkan mereka. Ia merampas semua barang bawaan sang Duke dan membunuh kuda dan kijang hasil buruan mereka.
Akhirnya pada 1451 Thomas ditangkap dan dipenjara, namun dengan kecerdikannya ia mampu melarikan diri setelah ditolong oleh seorang biarawan. Thomas kembali ditangkap, namun sang penangkap tidak mengikatnya dengan kuat, Thomas kembali melarikan diri dan berhasil mencuri seekr kuda. Kejadian itu beberapa kali terulang –ditangkap kemudian melarikan diri, hingga akhirnya ia meninggal dunia.
2. Hunter S. Thompson
(Sumber:wordpress.com)
Hunter S. Thompson(Sumber:wordpress.com)

Sobat Unik Hunter S. Thompson merupakan sastrawan yang dikenal badung, meskipun bakatnya menulis ia buktikan melalui ‘Fear and Loathing in Las Vegas’. Kebadungannya mungkin seperti tokoh-tokoh yang diperankan oleh Johny Depp, pintar, licik dan beruntung. Ia bahkan lama bergaul dengan club motor popular di Amerika Serikat dan Dunia, Hell’s Angel. Dari situ ia menuliskan perjalanannya sebagai seorang pengendara sepeda motor, bahkan sempat dari salah seorang anggota club tersebut masuk ke dalam ruangan menendang dan mengacunginya sebuah pistol. Namun demikian Hunter bergeming dan meneruskan kegemaranya menulis tanpa takut akan ancaman dan acungan pistol.
3. Miguel de Cervantes
(Sumber:wordpress.com)
Miguel de Cervantes(Sumber:wordpress.com)

Miguel de Cervantes adalah seorang penulis berdarah Spanyol yang dikenal melalui Don Quixote. Layaknya Sir Thomas Malory, ia pun dikenal sebagai penulis dengan kehidupannya yang berbahaya. Pada 1571 Miguel dipanggil untuk menjadi pasukan infantri Kerajaan Spanyol, ia kemudian berlayar menuju Turki untuk berperang melawan pasukan Kerajaan Ottoman. Meskipun saat itu dikabarkan ia sedang menderita demam, namun tetap turun dan berlaga di medan pertempuran. Ia mengatakan lebih baik mati di jalan Tuhan dan Rajanya daripada harus berdiam diri di atas dek kapal. Akibatnya mendapatkan tiga peluru yang bersarang di tubuhnya –dua peluru di dada, ia pun harus mengalami amputasi di bagian tangan. Pengorbanannya itu ia anggap sebagai jalan menuju kemenangan Kerajaan Spanyol. Dan benar saja, Kerajaan Spanyol meraih kemenangan dalam pertempuran tersebut –berdasarkan catatan pasukan Turki Ottoman saat itu kehabisan amunisi.
Miguel pun mendapatkan perawatan dan diistirahatkan dari kegiatan militer, namun karena merasa bosan hidup dalam ketenangan. Miguel kembali turun ke medan pertempuran, dan berlaga. Namun di pertempuran keduanya, kapal yang ditumpanginya kewalahan menghadapi serangan pasukan Algeria. Miguel ditangkap dan dijadikan budak oleh pasukan Algeria.  Setelah beberapa lama pihak Kerajaan Spanyol membayar tebusan untuk Miguel dan membebaskannya dari perbudakan. Di saat itulah kemudian Miguel memutuskan untuk menuliskan sebuah kisah, yang kemudian mengguncang dunia sastra melaui Don Quixote.
4. Christopher Marlowe
(Sumber:wordpress.com)
Christopher Marlowe(Sumber:wordpress.com)

Lain lagi dengan penulis yang satu ini Sobat Unik, Christopher Marlowe adalah seorang dramawan yang menuliskan dinamika anti-kepahlawanan yang terjadi di dalam kehidupan bermasyarakat.
Marlowe adalah sosok penulis yang misterius, sehingga tidak banyak orang yang mengenalnya secara baik meskipun dikatakan dekat. Bahkan berapa menyebutkan bahwa ia adalah sosok dengan kehidupan yang fiktif (khayalan), atau ada juga yang menyebutkan ia hanya seorang petarung dan pesulap lokal yang mencari nafkah dari bar ke bar kecil.
Bahkan ketika ia berhasil menjadi mahasiswa Universitas Cambridge, pihak kampus hampir saja mencopot gelar kesarjanaan ketika beredar rumor bahwa Marlowe telah beubah menjadi penganut Katolik. Namun tiba-tiba sebuah surat berasal dari kerajaan dilayangkan ke pihak kampus, dan memaksa agar gelar kesarjanaan itu tetap diberikan kepada Marlowe. Akibat keberadaan surat sakti tersebut beredar rumor bahwa Marlowe adalah seorang mata-mata Kerajaan Inggris.
Gaya hidup Marlowe yang modern saat itu membantu karier semakin cemerlang. Salah satu kenakalannya adalah ia pernah pernah ditangkap akiat pemalsuan dan pencemaran agama –ia menghina sosok Yesus Kristus, dan ditangkap pada 1593. Tak lama setelah itu ia terbunuh akibat ditusuk seseorang tak dikenal dalam sebuah perkelahian.
5. Ernest Hemingway
(Sumber:wordpress.com)
Ernest Hemingway(Sumber:wordpress.com)

Ernest Hemingway adalah seorang penulis yang meraih penghargaan Pulitzer dan Nobel. Namun tidak banyak yang mengetahui bahwa ia adalah seorang petinju, tentara dan  suri teladan bagi yang ingin menjadi seorang lelaki macho.
Salah satu kisah ‘kebadungan’ dan kenekadannya adalah ketika Perang Dunia I. Ketika itu Ernest nekad menyeret seorang tentara Italia ke tempat yang aman dari gempuran mortir udara pesawat tempur jerman, namun akibat aksinya tersebut ia mengalami cedera setelah tempurung lututnya terkena pecahan mortir. Lain lagi dengan yang terjadi di Perancis pada Perang Dunia II, anak badung yang satu ini berusaha menaklukan sebuah basemen yang dipenuhi oleh pasukan S.S. Sambil melemparkan granat tangan kepada salah satu anggota S.S ia mengatakan, “Bagikan ini ke yang lain…” –seakan granat itu sebuah apel manis.
Ernest pun pernah diturunkan sebagai intel di Kuba, di negeri cerutu itu ia bertugas untuk mengetahui pergerakan para simpatisan Nazi. Beberapa kali Ernest terlibat dalam peperangan, tembak-menembak, perkelahian, namun ia dapat selamat dan baik-baik saja. Ia pernah menuliskan kalimat,”Kehidupan menghancurkan seseorang, namun seseorang menjadi lebih kuat ketika berada di kehancuran.”

sumber

0 comments:

Post a Comment